Waspadalah Makanan Ini Bisa Menggugurkan Kandungan

Semua ibu hamil pastinya menginginkan yang terbaik bagi sang buah hati. Istirahat yang cukup, olahraga untuk ibu hamil, serta yang paling penting adalah memberikan asupan yang terbaik bagi janin. Hindari jauh-jauh makanan yang bisa menggugurkan kandungan.

Ya, tidak semua jenis makanan yang Bunda konsumsi selama kehamilan baik bagi janin. Oleh karena itu sebaiknya Bunda perlu mengetahui makanan apa saja yang bisa menggugurkan kandungan. Dan berikut ini daftar makanan yang bisa menggugurkan kandungan yang harus bunda hindari:

makanan yang bisa menggugurkan kandungan

# Nanas

Sebenarnya nanas memiliki kandungan vitamin A dan C yang berfungsi sebagai antioksidan. Selain itu nanas memiliki kandunagn vitamin B, mineral, besi, asam folat dan serat yang bagus untuk perkembangan janin. Terdapat juga kandungan dekstrosa dan enzim bromelain yang bermanfaat dalam mencerna makanan di lambung.

Namun nanas memiliki kandungan enzim protease bromealin. zat inilah yang dapat memicu terjadinya kontraksi. Kontraksi sebelum waktunya atau ketika terjadi di usia kehamilan muda dimana janin masih rentan dan masih dalam proses pembentukan, maka bisa berpotensi menyebabkan keguguran. Meskipun kandungan enzim protease bromealin sedikit, namun sebaiknya ibu hamil mengurangi atau menghindari konsumsi nanas yang berlebihan.

# Pepaya Muda

Kebanyakan orang Indonesia, menggunakan buah satu ini sebagai bahan masakan. Namun sebenarnya pepaya muda memiliki kandungan yang dapat menggugurkan kandungan.

Pepaya yang masih menatah atau muda mengandung lateks yang dapat memicu timbulnya kontraksi rahim. Kandungan lateks juga dapat menyebabkan kelahiran premature (sebelum waktunya).

Selain itu pepaya memiliki kandungan papain, dimana kandungan papain ini dapat memicu hormon prostaglandin dan oksitosin yang dapat memperkuat kontraksi rahim. Sehingga untuk Bunda yang tengah hamil, sebaiknya menghindari mengkonsumsi makanan yang satu ini.

# Durian

Siapa yang tak suka dengan buah satu ini? Durian banyak disukai oleh kebanyakan orang Indonesia, khususnya ibu hamil. Namun makanan ini bisa menggugurkan kandungan.

Durian memiliki kandungan asam arachidonat dan alkohol yang tidak baik bagi sang buah hati. Asam arachidonat inilah yang dapat memicu terjadinya kontraksi rahim. Selain itu kandungan alkohol pada durian bila dikonsumsi berlebihan dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin, sehingga dapat menyebabkan bayi cacat lahir dan bayi lahir premature.

Jika Bunda ingin mengkonsumsi buah durian, sebaiknya jangan mengkonsumsi buah durian di saat usia kehamilan masih muda. Jika usia kehamilan Bunda sudah cukup matang Bunda sebaiknya mengurangi konsumsi durian dan tidak terlalu sering. Pilihlah durian yang tidak terlalu tua (matang) karena kandungan alkoholnya tidak sebanyak durian yang sudah sangat matang.

# Makanan atau Minuman Berkafein

Kafein sering ditemui pada minuman teh, kopi dan cokelat. Menurut beberapa penelitian, kafein dapat meningkatkan resiko kematian bayi saat lahir dan berat badan lahir rendah. Sehingga konsumsi kafein harus dibatasi menjadi 200 mg per hari. Ibu hamil yang mengkonsumsi kafein di atas 200 mg dapat membahayakan kondisi janin, terlebih lagi jika usia kehamilan masih muda, memungkinkan terjadinya keguguran

# Hati Ayam

Hati ayam mengandung asam folat dan zat besi yang membantu dalam proses perkembangan janin. Namun konsumsi hati ayam secara berlebihan dapat membahayakan kandungan.

Hati ayam mengandung banyak retinol. Retinol itu sendiri merupakan satu jenis vitamin A. Jika terlalu banyak mengkonsumi hati maka kandungan retinol di dalam tubuh juga banyak, sehingga dapat membahayakan janin di dalam kandungan. Bunda bisa mendapatkan makanan yang mengandung vitamin A dari wortel dan brokoli sebagai pengganti hati ayam.

Makanan Setengah Matang atau Mentah

Sebagian orang menyukai makanan yang mentah dan setengah matang, tidak terkecuali ibu hamil. Contoh makanan yang bisa menggugurkan kandungan adalah makanan yang setengah matang misalnya telur atau olahan daging. Ada juga makanan yang dimakan mentah seperti sushi.

  • Daging mentah atau setengah matang, jika dikonsumsi pada ibu hamil dapat memicu terjadinya keguguran. Tidak adanya proses pemasakan yang sempurna atau tidak dilakukan proses pemasakan maka bakteri yang ada di dalam daging bila dikomsumsi Bunda akan masuk ke dalam tubuh. Tentunya apa yang Bunda makan akan mempengaruhi kondisi janin. Telur mentah atau setengah matang, proses pemasakan yang tidak sempurna dapat membahayakan ibu dan janin.
  • Telur yang mentah, terdapat bakteri salmonella. Bakteri salmonella dapat menginfeksi janin.

Jadi dianjurkan masaklah makanan seperti daging atau telur hingga matang sempurna.

# Keju dan Susu yang Tidak di Pasteurisasi

Pasteurisai adalah sebuah proses pemasakan dengan suhu tertentu, tujuannya adalah untuk membunuh organisme yang merugikan. Jika mikroorganisme yang merugikan masuk ke dalam tubuh, maka dapat menyebabkan janin terinfeksi.

Keju yang tidak di pasteurisasi adalah keju lunak. Contohnya keju queso blanco fresco (keju meksiko), keju camembert, blue cheese atau brie dengan lapisan jamur yang terdapat di bagian permukaan mengandung listeria (bakteri yang dapat menyebabkan infeksi serius).

Selain itu hindari meminum susu kambing mentah karena dalam susu kambing mentah bisa jadi terdapat toksoplasma. Toksoplasma dapat membahayakan janin (keguguran, lahir prematur, lahir mati, lahir cacat atau lahir dengan infeksi toksoplasma).

Bunda juga harus menghindari olahan keju yang berasal dari susu kambing. Bagi Bunda yang menyukai keju, Bunda masih bisa mengkonsumsinya saat hamil. Jenis keju yang boleh dikonsumsi ibu hamil adalah keju cheedar karena keju ini telah melewati proses fermentasi dan pateurisai.

Mulai dari saat ini waspadai makanan yang bisa menggugurkan kandungan, pilihlah dengan teliti makanan yang akan dikonsumsi oleh Bunda. Apa yang dikonsumsi oleh Bunda akan berpengaruh bagi kesehatan serta perkembangan janin.

Posting Waspadalah Makanan Ini Bisa Menggugurkan Kandungan ditampilkan lebih awal di Aladokter.

author
Author: