Berapa Suhu Badan Normal Bayi? Ini Penjelasan Dokter

Apakah suhu badan normal bayi sama dengan orang dewasa? Pertanyaan ini sering kali muncul di benak orang tua. Sering kali membuat orang tua bingung saat mengukur suhu tubuh bayi. Apakah bayi mengalami demam atau justru mengalami hipotermi?

Suhu Badan Normal pada Bayi

Suhu tubuh pada manusia dapat menentukan kondisi fisik seseorang. Normalnya, suhu tubuh bayi lebih tinggi dibandingkan orang dewasa. Hal tersebut dikarenakan proses metabolisme pada bayi lebih tinggi dan berguna untuk mneghangatkan tubuhnya yang masih rentan terhadap udara dingin.

suhu badan normal bayi

Suhu tubuh normal manusia menurut departemen kesehatan Republik Indonesia (Depkes) adalah 36,5-37,5 ºC (derajat celcius). Menurut Tamsuri tahun 2007, suhu badan normal bayi adalah 37,5 ºC. Pada usia tiga bulan bayi rata-rata memiliki suhu tubuh berkisar 37,4 derajat celcius.

Banyak sekali orang tua yang khawatir ketika melihat suhu tubuh bayi diatas 37,6 derajat celcius. Pada bayi suhu tubuh tersebut masih normal. Suhu tubuh bayi pada usia mencapai satu tahun normalnya 37,6 derajat celcius.

Pengukuran Suhu Tubuh Bayi

Untuk mengukur rata-rata suhu tubuh bayi, Bunda harus mengukur suhu tubuhnya lebih dari sekali. Dilakukan pada pagi hari, siang hari, sore hari, hingga malam hari. Dalam buku yang di tulis oleh Sonia Prastika dengan judul “mewaspadai virus zika dan virus ganas lainnya pada wanita” yang di dalamnya membahas suhu tubuh normal bayi. Terdapat teknik untuk mengukur suhu tubuh.

  • Bayi usia 0 bulan sampai 3 bulan, suhu tubuh di ukur lewat anus bayi.
  • Bayi usia 3 bulan sampai 4 bulan, dapat di ukur lewat anus atau lewat mulut bayi.
  • Bayi dikatakan demam, apabila suhu tubuhnya 38 derajat celcius sampai 40 derajat celcius, bahkan lebih. Serta tidak terjadi perubahan pada suhu badan bayi.

Pengukuran suhu tubuh dapat dilakukan dengan menggunakan termometer di bagian tubuh manusia. Berikut jenis pengukur suhu tubuh (termometer):

  • Termometer air raksa, jarang sekali di pakai saat ini. Dikarenakan penggunaan yang manual dan bagi kebanyakan orang sulit untuk dapat membaca garis pada termometer.
  • Termometer digital, lebih mudah digunakan karena sangat otomatis. Termometer digital terbagi menjadi, termometer untuk telinga, termometer untuk dahi (arteri temporal.), serta termometer digital untuk mulut (oral), ketiak, dan anus (rektal).

Suhu Tubuh Bayi yang tidak Normal

Pada pengukuran suhu tubuh, bisa saja menunjukan di atas normal atau di bawah normal. Ini dia penjelasannya.

# Hipotermi (Suhu Tubuh di Bawah Normal)

Kondisi saat suhu tubuh rendah pada bayi, faktor utamanya disebabkan karena adanya penurunan suhu udara. Pada bayi yang dibiarkan terlalu lama di ruangan yang dingin atau terpapar udara dingin, maka dapat menyebabkan hipotermi.

Kehilangan panas pada bayi terjadi karena mekanisme di bawah ini:

  • Konduksi, kehilangan panas karena kontak langsung antara bayi dengan objek yang memiliki suhu rendah. Contohnya: seperti meletakan bayi di atas meja yang memiliki suhu yang lebih dingin.
  • Evaporasi, dapat terjadi karena penguapan cairan ketuban pada permukaan tubuh bayi. contohnya bila tubuh bayi setelah lahir tidak segera dikeringkan. Bisa juga karena terlalu cepat dimandikan.
  • Konveksi, terjadi saat bayi terpapar oleh udara yang lebih dingin. Misalnya penggunaan AC di dalam ruangan yang menyebabkan penurunan suhu bayi.
  • Radiasi, terjadi saat bayi ditempatkan di dekat objek yang memiliki suhu lebih rendah dari pada bayi. contohnya ketika bayi diletakan di samping box ice.

Ciri bayi mengalami hipotermi dapat di nilai dari kondisi fisik bayi, seperti:

  • Kulit bayi kebiruan dan pucat
  • Bibir bayi juga kebiruan atau pucat.
  • Tubuh bayi terasa dingin.
  • Saat di ukur menggunakan termometer di bawah normal.
  • Jika dibiarkan, menyebabkan bayi kehilangan kesadaran.

Jika bayi mengalami penurunan suhu, segera hangatkan bayi dengan memastikan penyebab bayi mengalami hipotermi. Misalnya, dengan segera mematikan pendingin ruangan, menutup jendela, mengganti kain yang basah, dan yang lainnya. Hangatkan dengan menggunakan kain.

# Hipertermia (Suhu Tubuh Bayi di Atas Normal)

Suhu tubuh di atas normal atau umumnya dikenal sebagai demam. Suatu kondisi dimana tubuh gagal mengatur suhu tubuh. Demam pada bayi dapat disebabkan oleh adanya infeksi, alergi, atau penyakit tertentu. Umumnya peningkatan suhu di atas normal dikarenakan infeksi. Ketika terjadi infeksi di dalam tubuh, sistem imun berusaha melawan kuman yang masuk.

Adapun yang dapat dilakukan untuk mengatasi kenaikan suhu tubuh pada bayi adalah:

  • Selalu memantau suhu tubuh bayi dengan menggunakan termometer kira-kira 4-6 jam.
  • Tetap memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, pada bayi di bawah enam bulan menyusui lebih sering sangat efektif membantu mengurangi demam. Serta mengurangi terjadinya dehidrasi.
  • Menurut Dr. Fransisca Handy. Sp.A. Pada bayi yang memiliki riwayat kejang, dianjurkan berendam air hangat 5-10 menit. Jika bayi menggigil kedinginan atau tidak nyaman, segera angkat bayi.
  • Kompres seluruh tubuh bayi menggunakan air hangat atau melakukan kontak secara langsung. Dengan mendekap bayi.
  • Segera bawa ke dokter jika panas bayi tidak kunjung turun sambil memastikan tanda bahaya bayi. Berupa kejang pada bayi.

Gejala yang perlu di waspadai saat demam berlangsung diantaranya:

  • tidak mau menyusu sehingga mengalami dehidrasi.
  • bayi lemas, kesadaran mulai menurun bahkan sampai kehilangan kesadaran.
  • bayi rewel dan tsulit ditidurkan.
  • nyeri atau sakit pada bagian telinga.
  • demam disertai muntah.
  • terdapat ruam pada permukaan kulit.

Catatan:

  • Jangan memberikan obat demam paracetamol pada bayi di bawah usia 2 bulan. Pemberian obat sebaiknya diberikan atas instruksi dokter.
  • Jika telah dilakukan usaha untuk mengatasi perubahan suhu bayi. Lalu tidak ada perubahan suhu tubuh, baik dalam kondisi hipotermi atau hipetermi, maka segera bawa bayi ke dokter.
  • Bawa segera bayi ke tenaga kesehatan jika bayi mengalami kejang, walaupun demam baru berlangsung beberapa menit.

Posting Berapa Suhu Badan Normal Bayi? Ini Penjelasan Dokter ditampilkan lebih awal di Aladokter.

author
Author: